Jejak Panjang Pesantren dalam Membangun Peradaban

 


Sejarah pesantren adalah kisah panjang tentang ilmu, keteladanan, dan perjuangan. Dari generasi ke generasi, pesantren tumbuh bersama masyarakat dan membentuk karakter melalui nilai keislaman yang hidup. Mari menelusuri sejarah pesantren untuk memahami perannya dan mengambil hikmah yang relevan bagi kehidupan hari ini.

Pada mulanya, pesantren merupakan Lembaga Pendidikan penyiaran agama islam konon tertua di Indonesia. Banyak sekali asal-usul berdirinya sebuah pondok pesantren. Pada umumnya Lembaga ini berdiri karena masyarakat mengakui keunggulan sesosok kyai dalam ketinggian ilmu dan kepribadian yang arif. Kemudian mereka mendatanginya dan belajar Bersama untuk memperoleh ilmu tersebut.

            Pesantren dilihat dari segi bentuk dan sistemnya, berasal dari India. Sebelum proses penyebaran Islam di Indonesia, telah dipergunakan secara umum untuk pengajaran dan pendidikan agama Hindu di Jawa. Kemudian diislamisasikan tanpa meninggalkan tradisi yang ada. Perbedaannya adalah masa hindu pendidikan tersebut masih memliki kasta tertentu, sedang pada islam, pendidikan milik setiap orang tanpa memandang keturunan dan kedudukan. Karena itu islam dapat diterima oleh masyarakat dan pesantren dapat berkembang, dan oleh sebab itulah pesantren merupakan salah satu bentuk kebudayaan asli Indonesia.

            Pada awal  berkembangnya, ada dua fungsi pesantren, pertama sebagai Lembaga Pendidikan. Kedua sebagai Lembaga penyiaran agama. Kendati kini telah banyak perubahan yang terjadi namun inti fungsi utama itu masih melekat pada pondok pesantren.

 Pada masa perkembangannya, pondok pesantren menghadapi tantangan pada masa kemerdekaan Indonesai. Setelah penyerahan kedaulatan pada tahun 1949, pemerintah Republik Indonesia mendorong pembangunan sekola umum seluas-luasnya dan membuka secara luas jabatan-jabatan dalam administrasi  modern bagi bangsa Indonesia yang terdidik dalam sekolah-sekolah umum tersebut. Dampak kebijaksanaan tersebut adalah bahwa kekuatan pesantren sebagai pusat Pendidikan Islam di Indonesia menurun. Ini berarti bahwa jumlah anak-anak muda yang dulu tertarik kepada Pendidikan pesantren menurun diabndingkan dengan anak-anak muda yang ingin mengikuti Pendidikan sekolah umum yang baru aja diperluas. Akibatnya banyak sekali pesantren-pesantren kecil mati akibat santrinya kurang cukup banyak.

Mari telusuri jejak perjuangan dan nilai-nilai luhur pesantren yang membentuk generasi berakhlak dan berilmu.

0 Komentar